Kalau lagi makan sama temen ada aja pertanyaan macem-macem. Pasti pertanyaannya
tentang makanan yang saat itu sedang kita makan. Nanyanya sih gini, makanannya bergizi gak may?
duh berapa kalori yah? kayanya bikin gendut nih? Manis banget bikin gendut nih,
Asin banget yah?? Hmmm kebanyakan garam
sama penyedap, and then temen-temenku
selalu bilang im not worry because only
one day. Padahal tanpa disadarinya sering makan di luar, setiap break kerja
kan kita gak pernah bawa makan atau hangout di saat weekend.
Biasanya aku senyum-senyum dulu kalau mau jawab
pertanyaannya. Kadang aku suka nanya balik ke mereka, emang hari ini kamu udah
makan berapa banyak makanan yang alami? Trus kalau makanan kemasannya? (bahas
tentang makanan yang rasanya gurih dulu yah).
Terkadang sering kita salahkan atau biang keladi
dari hipertensi (tekanan darah tinggi) adalah garam atau penyedap makanan yang
dikonsumsi secara berlebihan, yes absolutely !! Jika kita sedang
membicarakan garam berarti kita akan membahas natrium. Natrium merupakan zat
gizi mineral makro dan merupakan kation utama dalam cairan ekstraseluler yang
mempunyai fungsi menjaga keseimbangan cairan dan asam basa tubuh, serta
berperan dalam transmisi saraf dan kontraksi otot. Nah sumber utamanya adalah
garam dapur, mono sodium glutamate (MSG), kecap dan makanan yang diawetkan
dengan garam dapur. Di antara makanan yang belum diolah, sayuran dan buah
mengandung paling sedikit natrium. Kandungan natrium dalam beberapa bahan
makanan (mg/100gr) berdasarkan sumber buku penuntun diet:
Beras giling : 5 mg Margarin : 950 mg
Roti putih : 530 mg Mentega : 780 mg
Daging sapi : 93 mg Keju : 1250 mg
Ayam :
100 mg Bayam :
4 mg
Hati sapi : 110 mg Kacang buncis : 18 mg
Telur ayam : 158 mg Kacang kapri : 11 mg
Ikan :
100 mg Tomat
: 4 mg
Ikan asin teri kering :
885 mg Wortel
: 70 mg
Udang segar :
185 mg Avokad
: 2 mg
Susu sapi :
36 mg Apel
merah : 3.8 mg
Kacang kedelai :
- Jeruk
manis : 4 mg
Kacang merah :
19 mg Papaya
: 4 mg
Yogurt :
40 mg Pisang
: 18 mg
Sebenarnya di setiap bahan makanan mengandung natrium
Makanan sehari-hari biasanya cukup
mengandung natrium yang di butuhkan, sehingga tidak ada penetapan kebutuhan
natrium sehari. Namun, WHO (2009) menganjurkan pembatasan konsumsi garam dapur
hingga 6 gr sehari atau sama juga 1 ½ sdt (ekivalen dengan 2400 mg natrium).
Bagaimanapun juga garam tetap
dibutuhkan oleh tubuh, perkembangan diet sekarang ini memang semakin kompleks
ada beberapa program diet penurunan berat badan yang menganjurkan “no salt”. Yang kita ketahui adalah fungsi natrium sebagai keseimbangan di dalam tubuh yaitu menahan cairan. Jika
kita tidak konsumsi garam dalam jangka waktu panjang bisa menyebabkan tubuh kekurangan natrium sehingga perlu di berikan
natrium dan air seperti larutan oralit untuk mengembalikan keseimbangan. Untuk yang diet tidak menggunakan garam jelas berat badan berkurang karena tidak ada yang menahan air di dalam tubuh. Maka dari itu jika sudah tidak melakukan diet tersebut maka berat badan akan kembali naik.
Kekurangan natrium dapat menyebabkan kejang, apatis seperti kurangnya emosi; motivasi; atau entusiasme dan kehilangan nafsu makan. Kekurangan natrium dapat terjadi sesudah muntah, diare, keringat berlebihan dan bila menjalankan diet yang sangat terbatas dalam natrium. Apabila kelebihan natrium dapat menyebabkan hipertensi. Hal ini dapat di atasi dengan banyak minum dan mengurangi konsumsi makanan kemasan yang mengandung bahan pengawet dan makanan siap saji. Mulailah dari sekarang untuk konsumsi makanan gizi seimbang dengan pola hidup sehat. Sesekali tidak apa-apa makan-makanan siap saji tapi ingat jangan sering-sering yah. – balanced nutrition is number one
Byee,
Mayudini
Kekurangan natrium dapat menyebabkan kejang, apatis seperti kurangnya emosi; motivasi; atau entusiasme dan kehilangan nafsu makan. Kekurangan natrium dapat terjadi sesudah muntah, diare, keringat berlebihan dan bila menjalankan diet yang sangat terbatas dalam natrium. Apabila kelebihan natrium dapat menyebabkan hipertensi. Hal ini dapat di atasi dengan banyak minum dan mengurangi konsumsi makanan kemasan yang mengandung bahan pengawet dan makanan siap saji. Mulailah dari sekarang untuk konsumsi makanan gizi seimbang dengan pola hidup sehat. Sesekali tidak apa-apa makan-makanan siap saji tapi ingat jangan sering-sering yah. – balanced nutrition is number one
Byee,
Mayudini
No comments:
Post a Comment